Mulai bosan bergulat dengan hidup. Aku bahkan lelah melihat diri sendiri mengoyak hidupku. Merasa berdiri didunia hanya sendiri, ya aku memang sendiri dan manusia memang secara kodrati hidup sendiri. Ditinggal oleh orang terdekat pun harus diterima, entah mau atau tidak mau. Aku tetap berusaha untuk bertahan dan yakin dengan hidupku yang pasti akan berakhir dengan indah dan sesuai dengan mimpiku
READMORE
Share Accademy of Makassar (kelas penyiaran)
Penyiar adalah profesi yang mengutuk diri kamu menjadi semakin keren. Personal Branding (percaya diri) itu diharuskan dalam menyiar karena kalo kamu tidak seperti itu informasi-informasi yang ingin kamu sampaikan sulit tercetuskan dari tuturan kamu. Skrip itu juga sangat penting dalam menyiar. Think Fast merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki seorang penyiar agar informasinya sampai kependengar dan tentunya ga' garing. Untuk menjadi penyiar yang baik itu harus banyak-banyak membaca, melihat, dan mendengar (inf: membaca bukan gue banget). Lebay itu juga kunci menjadi penyiar yang baik, dan itu harus dijiwai. Kamu juga harus pintar-pintar membuat susunan acara atau Hot Clock itu merupakan rumus menyampaikan sesuatu, apakah pada 15 menit pertama mau memasukkan joke terlebih dahulu lalu menit selanjutnya menyampaikan informasi dst. Senam wajah juga sangat diperlukan untuk mengawali siaran kamu agar mulut atak sekitaran wajah kamu itu tidak terasa kaku. Ini merupakan salah satu yang haru diingat yakni "janhgan mengulang apa yang sudah dikatakan". ingat, jangan karena bisa jadi itu membuat kamu menjadi garing dan membosankan. Ingat juga, tertawa boleh-boleh saja tetapi jangan berlebihan karena mendengarnya bisa membuat telinga pendengar kamu menjadi terganggu (pengalaman pribadi). Informasi-informasi yang ingin disampaikan susunlah seperti piramida yang pada awalnya berisi informasi yang ringan lalu beralih keinformasi yang lebih berat lagi (menurut ngana?). Pesan terakhir adalah "pekerjaan apapun itu kerjakanlah secara profesional yang kamu bisa karena orang-orang tidak akan peduli segalau apapun kamu". #akbermakassar
READMORE
today 22-02
kesenjangan aku, pembimbing kali ini dan duniaku. berberita tak nyata, aku dan duniaku bersenandung sedih menggelegar. kasihan kau menjelang tutupnya usiamu. aku dan duniaku hanya tetap merenggang diam, duduk tersentak malu dan hanya diam. #kalisastra
READMORE
PELANGI DELAPAN PUISI PERBAIKAN

NUR AZISAH
Pare-pare, 17 Juni 1992
Kisah seorang awam
Oleh: Nur Azisah
Ketukan detik dari sang waktu
Tik, tok, tik, tok
Menafsirkan gumam sebuah musik gelap
Nafas terabai menghilang bersama malam
Merintih seorang awam
Merintih berangankan sebuah kasih
Kembali dengan hanya mendapat diam
Merintih kejang seperti hewan
Tertinggal serpihan kekejaman cinta
Puing-puing beliung malang
Menangis di keramaian
Yang tertinggal bersama duka
Mata berair
Berlinang air mata bunda
Menetes tept dipipi adik awam
Membawa berita luka yang begitu gundah
Tertunduk seorang kasih
Oleh: Nur Azisah
Lampiran kasih kusuguhi kepada pujangga
Petik mesin tik bernyanyi
Melengser gelisah yang bergemuruh
Melengser gelisah yang bergemuruh
Kupetik cintamu dengan suci
Tertunduk seorang kasih dalam sebuah kurung
Mengibas serpihan debu kaca
Berdarah badan dilumuri beling
Duduk kasih menangis memohon cintaa
Terhempas dari dunia
Seorang cinta mengulur tangannya
Lalu berkata…
Kau diciptakan untuk menemaniku!
Patriot sang bocah
Oleh: Nur Azisah
Kututup mata lalu dapat kulihat potret wajahmu
Tergambar begitu sempurna
Dengan cinta yang suci dihidupnya
Potret seorang pahlawan dihidup seorang bocah
Waktu tak dapat mengalahkannya
Puji-pujian kepada sang Esa terlantun dibibirnya
Tarian penghapus pedih dia lakukan
Penuh cinta dalam hidup itulah atta
Memuji tak terbayar
Oleh lelahnya tubuhmu
Kerut-kerutan yang bertambah karena bocahmu
Air mata sedih ketika melihat bocahmu sakit
Kaulah attaku yang kukasih
Samudra
Jiwa
Oleh: Nur Azisah
Melengser kesenjangan kisah
Kau buktikan dengan lisan
Peradaban yang mengubah caranya
Tak mengubah jiwa geganamu yang kokoh
Petikan kisah cinta
Kau, aku dan ayah
Memberikan gemilang ke dunia jiwa
Dengan pelukan erang sang pemilik jiwa
Mengisahkan pemberian kasih sebenarnya
Memutukan suapan cinta ke manusia-manusiamu
Menunjukkan jalan menuju samudra
Ia benar itu memang jalan..
Jalan menuju samudra jiwamu
ESA
Oleh: Nur Azisah
Menjejaki Dunia yang kau cipta
Besar, indah namun mematikan
Berjalan di jalan setapak yang teramat
luas
Bersama dengan ketakutan akan jatuh ke
jurang neraka
Wahai engkau yang Maha-Esa
Tapak-tapak lelah
Menderek berjuta pasir dijalan raya
Jalan menuju surga yang teramat emas
Tanpamu apalah jadiku
Aku menetes bersama lautan menuju pembalasanmu
Warna? Jiwa? Materi? Kawan? Mati?
Tak berarti tanpa kasihmu
Wahai sang pengasih
Dari atas Arasy-Mu kau tersenyum manis
Melihat kami mengangkat kedua tangan dan menangis sembari berdoa
memohon ampunan-Mu
Engkaulah Allah sang Maha-Esa
Jika hanya dengan melihatmu
Oleh : Nur Azisah
Jika dengan melihatmu aku sebahagia ini
Akan aku tutup semua jendela rumahku
Lalu kutatap kau dari balik jendelaku tanpa terganggu
Oleh bunyi kikuk merpati
Jika dengan memandangmu
Menjadikan aku sebahagia ini
Maka aku tidak ingin tertidur lagi
Agar tidak terlewatkan oleh ekspresi bunyi ketukan cintamu
Jika hanya dengan melihatmu hatiku ingin meledak
Karena bahagia
Maka akan kututup mataku
Lalu bersiap untuk mendengar suaramu
Agar aku dapat mati dengan bahagia.
Nikmat senja
dikala pagi
Oleh: Nur Azisah
Menikmati nikmat tuhan
Dikala orang-orang masih sibuk bercengkrama
bersama tidur mereka
Keindahan yang hanya tampak ketika matahari
masih setengah
Mempesona membuat mulut menganga
Andaikan aku diberi waktu yang banyak
menikmatinya
Nikmat tuhan yang begitu indah
Andaikan aku dapat meminta
Aku tidak ingin menari bersama orang-orang
lagi
Menarikan tarian penyambutan setan
Celetukan dari panasnya api neraka
Terpatri jelas di dunia nyata
Andai kau dapat melihatnya
Pasti kau akan memilih untuk diam, dan
Menikmati senja dikala pagi tiba
Tirai pelangi cintaku
Oleh:
Nur Azisah
Seputih air susu dipagi hari
Sebiru langit diwaktu siang
Semerah bunga mawar yang baru mekar dipot
bunga kamarku
Seindah itulah cintaku padamu
Hai kau pujangga hatiku
Pangeran didalam mimpiku
Berjuta kali kuucapkan
Aku mencintaimu
Senyummu membawa angin-angin cinta didalam
sukmaku
Suaramu yang membuatku terbawa dalam
imajinasi terindah didalam hidupku
Tatapanmu yang begitu teduh dan lembut
Meyakinkanku bahwa engkaulah tirai pelangi
cintaku
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Pengkajian Puisi " Tertunduk Seorang Kasih "
Tertunduk Seorang Kasih
Oleh: Nur Azisah
Lampiran kasih kusuguhi
kepada pujangga
Petik mesin tik
bernyanyi
Melengser gelisah yang
bergemuruh
Kupetik cintamu dengan
suci
Tertunduk seorang kasih
dalam sebuah kurung
Ini cinta bukan pinta
Ia mengibas setiap
serpihan debu kaca
Walau berdarah badan
dilumuri beling
Duduk kasih menangis
memohon cinta
Terhempas dari dunia
Seorang cinta mengulur
tangannya
Lalu berkata…
Aku yakin
Aku diciptakan untuk
mendampingimu!
Karena sang waktu telah lama menunggu
Apresiasi
Puisi
Menganalisis struktur fisik, struktur batin dan struktur global
puisi “Tertunduk Seorang Kasih”.
Struktur fisik dari puisi tertunduk
seorang kasih yakni pemilihan kata dengan bahasa kiasnya seperti pujangga,
melengser, bergemuruh, kurung, menibas, berdarah badan, dan terhempas. Penyair
memilih kata-kata yang tidak terlalu sulit dimengerti dan tidak pula mudah
untuk dikaji. Keindahan pemilihan kata untuk menghasilkan bunyi rima memiliki
pola abab, abbab, aaacbb. Bunyi rima yang awalnya baik lalu semakin lama bait
selanjutnya menjadi semankin tidak beraturan dan semakin banyak pula baris
puisinya tetapi tetap indah jika dibaca. Penggambaran tokoh yang dilukiskan
oleh penyair jelas yakni begitu mengharapkan cinta di dalam hidupnya. Pemilihan
bahasa figurative cukup banyak pada puisi ini seperti “ petik mesin tik bernyanyi, dan gelisah bergemuruh, mengibas setiap
serpihan debu kaca, berdarah badan dilumuri beling, dst ”. Lalu bagaimana
pula penyair menyusun tata wajah atau tipografi puisinya menjadi indah yakni
terletak pada banyaknya masing-masing baris pada setiap baris. Bait pertama
memiliki empat baris, bait kedua memiliki lima baris dan yang terakhir bait
ketiga memiliki enam baris. Dan yang terakhir yakni sarana retorika yang
membuat pembacanya menjadi terhanyut dalam kata-kata kongkret penyair yang
mengajak pembaca hanyut dalam tangisan penantian cinta sang tokoh utama puisi “
tertunduk seorang kasih ”.
Struktur batin dalam puisi ini yakni
pemikiran-pemikiran akan cinta si penyair serta luapan perasaan mengenai
pengharapan cinta yang begitu dalam sehingga penyair banyak mengulang kata
“cinta dan kasih” itu dan memberinya kata dampingan agar struktur fisik dan
batinnya terharmonisasi dengan baik. Seperti pada kalimat “ tertunduk seorang
kasih”, “ kupetik cintamu dengan suci”, “ini cinta bukan pinta”, dan “
tertunduk seorang kasih dalm sebuah kurung”. Jadi menurut saya keharmonisan
antara struktur fisik dan struktur batin pada puisi “tertunduk seorang kasih”
sudah baik. Amanat yang ingin disampaikan oleh penyair menurut saya dapat
tersaampaikan dengan baik kepada pembaca karena pemilihan katanya yang tidak
begitu rumit dan sulit untuk dimengerti. Temanya yakni pengharapan seseorang
kepada kasih yang selama ini ia nantikan. Perasaan penyair mengekspresikan
tokoh di dalam puisinya begitu hampa tanpa kasih didalam hidupnya seakan dapat
mati tandap cinta yang ia nantikan dari dulu. Dan amanat yang ada dalam puisi “
Tertunduk Seorang Kasih” yakni manusia diciptakan berpasang-pasangan dan
tunggulah kasihmu karena di dunia ini ada yang menunggumu dan ia adalah orang
yang tercipta untuk mendampingimu.
Struktur global pada puisi
“tertunduk seorang kasih” yakni;
·
Pada
bait pertama menceritakan bahwa ada seorang tokoh yang menulis sebuah surat
untuk seseorang yang ia cintai dengan keinginan yang suci dan tulus walau dalam
keheningannya itu ia sangat ragu karena yang ingin dia beri adalah orang yang
teramat ia kasihi karena penggunaan kata “pujangga” member kesan yang sangat
istimewa.
·
Pada
bait kedua menggambarkan bahwa ada seseorang disini yang menantikan cinta
dengan memohonnya dengan sangat dan tidak peduli dengan segala rintangan yang
ia lewati, hal itu terdapat pada kalimat “ia mengibas setiap debu kaca”, dan “
walau berdarah badan dilumuri beling ”.
·
Arti
dari bait ketiga adalah ketika ia tertidur pulas (tokoh utama dari puisi )
dalam mimpinya ia bertemu dengan seorang cinta sejatinya yang pada saat itu
tokoh utama dalam puisi ini telah begitu sedih dengan kisah cintanya yang
begitu pahit. Lalu kasih dari tokoh ini mengulurkan tangannya kepada sang tokoh
utama lalu berkata “ aku diciptakan untuk menemanimu! ”. maka dari itu
berhentilah bersedih dan janganlah lelah menungguku karena aku pasti akan
datang mencarimu karena kau adalah cinta sejatiku.
Jadi kesimpulan dari ketiga bait dari puisi “ Tertunduk Seorang
Kasih ” adalah sang penyair menceritakan bahwa ada seorang tokoh yang begitu
lama menunggu cinta sejatinya yang tak kunjung hadir dalam hidupnya. Tokoh
dalam puisi ini terus mencari dan selalu mencari hingga ia lelah dan ketika
tokoh ini mulai bersedih dengan keadaan cintanya yang begitu dramatis ia pun
bermimpi di datangi oleh seorang yang mengatakan bahwa ia adalah cinta sejati
sang tokoh lalu sang kasih dari tokoh itu berkata bahwa jangan lelah menungguku karena aku tercipta untukmu dan engkau tercipta
untuk menemaniku. Tunggulah aku maka aku akan mencarimu dan datang kepadamu.
-KETIKA KAU PERCAYA AKAN CINTA MAKA CINTA SENDIRI YANG AKAN
DATANG KEPADAMU-
Ttd penulis;
pelangi delapan puisi
Kisah seorang awam
Oleh: Nur Azisah
Ketukan
detik dari sang waktu
Tik,
tok, tik, tok
Menafsirkan
gumam sebuah musik gelap
Nafas
terabai menghilang bersama malam
Merintih
seorang awam
Merintih
berangankan sebuah kasih
Kembali
dengan hanya mendapat diam
Merintih
kejang seperti hewan
Tertinggal
serpihan kekejaman cinta
Puing-puing
beliung malang
Menangis
di keramaian
Yang
tertinggal bersama duka
Mata
berair
Berlinang
air mata bunda
Menetes
tept dipipi adik awam
Membawa
berita luka yang begitu gundah
Tertunduk seorang kasih
Oleh: Nur Azisah
Lampiran
kasih kusuguhi kepada pujangga
Petik
mesin tik bernyanyi
Melengser
gelisah yang bergemuruh
Melengser
gelisah yang bergemuruh
Kupetik
cintamu dengan suci
Tertunduk
seorang kasih dalam sebuah kurung
Mengibas
serpihan debu kaca
Berdarah
badan dilumuri beling
Duduk
kasih menangis memohon cintaa
Terhempas
dari dunia
Seorang
cinta mengulur tangannya
Lalu
berkata…
Kau
diciptakan untuk menemaniku!
Patriot sang bocah
Oleh: Nur Azisah
Kututup
mata lalu dapat kulihat potret wajahmu
Tergambar
begitu sempurna
Dengan
cinta yang suci dihidupnya
Potret
seorang pahlawan dihidup seorang bocah
Waktu
tak dapat mengalahkannya
Puji-pujian
kepada sang Esa terlantun dibibirnya
Tarian
penghapus pedih dia lakukan
Penuh
cinta dalam hidup itulah atta
Memuji
tak terbayar
Oelh
lelahnya tubuhmu
Kerut-kerutan
yang bertambah karena bocahmu
Air
mata sedih ketika melihat bocahmu sakit
Kaulah
attaku yang kukasih
Mama…
Aku
kini telah dewasa
Aku
hanya sebentar meninggalkanmu
Janganlah
menangis
Aku
akan kembali dengan membawa toga yang kau dambakan
Ma..
aku mohon berhentilah menangis
MAMA
Oleh : Nur Azisah
Mama..
Kau itu
sebenarnya apa?
Apakah
bidadari yang dikirimkan Allah kepadaku?
Ataukah
sesosok kartini kedua dihidupku?
Mama..
Kau itu
seperti apa?
Aku
merasa kau bagaikan buku pedoman yang selalu menemaniku
Yang
mengingatkan hatiku untuk menjaga diri disini..
Mama..
Kau ini
untuk siapa?
Aku
pikir kau mendedikasikan jiwamu untuk Allah
Dan
menjual dirimu kepada keluarga yang engkau cintai
Mama..
Kau
ini apa?
Kau
begitu kuat,
Jauh
lebih kuat dari Ayah..
Hati
dan jiwamu bagai sebuah gembok yang begitu kokoh
Yang
aku harap tak akan goyah
Cinta katanya indah
Oleh : Nur Azisah
Mengapa
aku?
Mengapa kamu?
Mengapa
harus engkau yang kucinta
Cinta
ini benar sakitnya
Cinta
katanya indah
Tapi..
akhirnya begitu pedih
Seakan
merobek jantung ini
Seakan
siap menarik nyawa meninggalkan raga
Iya..
Cinta
memang indah
Tapi
hanya pada awalnya
Tetapi
ketika kau tau bahwa anganmu tak akan terjadi
Kau akan
terjatuh lalu mati
Dan..
Orang-orangpun
menertawaimu
Sembari
mengejekmu karena bodoh jatuh cinta pada kaktus itu.
Jika hanya dengan melihatmu
Oleh : Nur Azisah
Jika
dengan melihatmu aku sebahagia ini
Akan
aku tutup semua jendela rumahku
Lalu
kutatap kau dari balik jendelaku tanpa terganggu
Oleh
bunyi kikuk merpati
Jika
dengan memandangmu
Menjadikan
aku sebahagia ini
Maka
aku tidak ingin tertidur lagi
Agar
tidak terlewatkan oleh ekspresi bunyi ketukan cintamu
Jika
hanya dengan melihatmu hatiku ingin meledak
Karena
bahagia
Maka
akan kututup mataku
Lalu
bersiap untuk mendengar suaramu
Agar
aku dapat mati dengan bahagia.
Nikmat senja dikala pagi
Oleh: Nur Azisah
Menikmati nikmat tuhan
Dikala orang-orang masih sibuk
bercengkrama bersama tidur mereka
Keindahan yang hanya tampak ketika
matahari masih setengah
Mempesona membuat mulut menganga
Andaikan aku diberi waktu yang
banyak menikmatinya
Nikmat tuhan yang begitu indah
Andaikan aku dapat meminta
Aku tidak ingin menari bersama
orang-orang lagi
Menarikan tarian penyambutan setan
Celetukan dari panasnya api neraka
Terpatri jelas di dunia nyata
Andai kau dapat melihatnya
Pasti kau akan memilih untuk diam,
dan
Menikmati senja dikala pagi tiba
Tirai
pelangi cintaku
Oleh:
Nur Azisah
Seputih air susu dipagi hari
Sebiru langit diwaktu siang
Semerah bunga mawar yang baru mekar
dipot bunga kamarku
Seindah itulah cintaku padamu
Hai kau pujangga hatiku
Pangeran didalam mimpiku
Berjuta kali kuucapkan
Aku mencintaimu
Senyummu membawa angin-angin cinta
didalam sukmaku
Suaramu yang membuatku terbawa dalam
imajinasi terindah didalam hidupku
Tatapanmu yang begitu teduh dan
lembut
Meyakinkanku bahwa engkaulah tirai
pelangi cintaku
Langganan:
Postingan (Atom)





