"A"

APRESIASI PUISI 5


Cinta katanya indah
Oleh : Nur Azisah
Mengapa aku?
Mengapa kamu?
Mengapa harus engkau yang kucinta
Cinta ini benar sakitnya

Cinta katanya indah
Tapi.. akhirnya begitu pedih
Seakan merobek jantung ini
Seakan siap menarik nyawa meninggalkan raga

Iya..
Cinta memang indah
Tapi hanya pada awalnya
Tetapi ketika kau tau bahwa anganmu tak akan terjadi
Kau akan terjatuh lalu mati

Dan..
Orang-orangpun menertawaimu
Sembari mengejekmu karena bodoh jatuh cinta pada kaktus itu.

Jika hanya dengan melihatmu
Oleh : Nur Azisah
Jika dengan melihatmu aku sebahagia ini
Aka akan aku tutup semua jendela rumahku
Lalu kutatap kau dari baik jendelaku tanpa terganggu
Oleh bunyi kikuk merpati

Jika dengan memandangmu
Menjadikn aku sebahagia ini
Maka aku tidak ingin tertidur lagi
Agar tidak terlewatkan oleh ekspresi bunyi ketukan cintamu

Jika hanya dengan melihatmu hatku ingin meledak
Karena bahagia
Maka akan kututup mataku
Lalu bersiap untuk mendengar suaramu
Agar aku dapat mati dengan bahagia.
 

APRESIASI PUISI 4


Bulan
Oleh: Nur Azisah
Keluhan bulan setiap malam
Yang dilupakan oleh pemuja cahayanya
Tak dilihat lagi
Bulan yang kini kehilangan cahayanya yang indah

Bahkan bintangpun seakan menjauh
Bintang yang selalu bersama bulan
Tertutupi awan yang pekat
Dan berlari menjauh dari bulan
Yang kehilangan sinarnya

Bulan yang menangis
Memancarkan kesedihan yang sendu dimalam hari
Kesedihan yang begitu dalam
Sehingga bulanpun mati karena sepi

Sebelah

Melirik kesebelah
Tak ada
Tak bersuara
Dan akupun bersedih hati

Menguping setiap hari
Menggunakan waktu sebaik mungkin
Untuk mencari tau adakah sebelah itu
Adakah kau mencintaiku

Melihat kesebelah
Sebelah yang kini tak pernah hadir
Mengetuk pintu sebelah
Berharap sebelah yang membukakannya




 

Apresiasi Puisi 3


ALIRAN PUISI SAYA ADALAH EKSPRESIONISME
Mungkin
Oleh: Nur Azisah
dua tanya dalam hati
cinta dan benci itu sama
satu kemungkinan didalam ruh ini
aku mungkin akan tetap mencinta

sisa-sisa bercak yang kau tinggalkan
menggores jutaan luka yang mendalam
merusak keindahan duniaku
merusak kelembutan anggrek unguku

dua tanya dalam hati
apakah mungkin kau akan tetap mencinta
satu harap dalam hidup
semoga kau wafat dalam angan

Matahari Terbit
Oleh: Nur Azisah
pikirku setetes bisa ular bisa membunuhku
membunuh pesona mawar dihatiku
pikirku sang matahari terbit akan hilang
ketika kutiup menggunakan badai tsunamiku

matahari itu sangat kuat
sangat bodoh jika aku hanya meniupnya menggunakan badai kecil itu
seperti meniup lilin ulangtahun sibayi
tak berguna
tak bernyawa

sabda lantunan nyanyian sang maestro
membuatku berlinang air mata
setelah beribu tahun silam tak berkunjung
air mata cinta yang tak berguna

untukmu sang matahari terbit
kubawakan air yang akan membuatmu mati
pedih perih tak terkira
ketika sang matahari terbit mengibaskan apinya kepadaku

Adapun aliran puisi yang bertolak belakang dari kemampuan saya dalam membuat sebuah karya ialah aliran imajis.

Aku begitu mencintaimu
Oleh: Nur Azisah
Sabtu lalu aku melihat seseorang yang begitu sederhana
Ia menggunakan baju kaos berwarna putih
Bersama celana jeans pendek
Berambut panjang dan begitu tampan

Malam minggu aku menatapnya tanpa ketahuan
Menatapnya dengan puas
Menatapnya dengan tatapan penuh rasa
Penuh cinta dan harap

Hari  ini senja begitu indah
Lelaki itu bagai menari-nari dihadapanku
Begitu lucu begitu mempesona

Lalu petang ini lelaki itu menghampiriku
Membisikkanku satu kalimat yang begitu indah
“aku begitu mencintaimu”


Puisi yang beraliran romantisme
Surat Cinta

Kutulis surat ini
Kala hujan gerimis
Bagai bunyi tambur mainan
Anak-anak peri dunia yang gaib
Dan angin mendesah,
Wahai, dik narto
Aku cinta padamu!

Kutulus surat ini
Kala langit menangis
Dan dua ekor belibis
Bercintaan di dalam kolam
Bagai dua anak nakal
Jenaka dan manis
Mengibaskan ekor,
Serta menggetarkan bulu-bulunya,
Wahai, dik narti, kupinang kau menjadi istriku!

Kaki-kaki hujan yang runcing
Menyentuh ujungnya di bumi.
Kaki-kaki cinta yang tegas
Bagai logam berat gemerlapan
Menembus ke muka
Dan tak kunjung diundurkan.
................................................
Engkau adalah putri duyung
Tawananku.
Putri duyung dengan
Suara merdu lembut
Bagai angin laut,
Mendesahkan bagiku!
Angin mendesah
Selalu mendesah
Dengan ratapnya yang merdu.

Engkau adalah putri duyung
Tergolek lemas
Mengejap-ngejapkan matanya yang indah
Dalam jaringku’wahai, putri duyung,
Aku menjaringmu
Aku melamarmu.

Kutulis surat ini
Kata hujan gerimis
Kerna langit
Gadis manja dan manis
Menangis minta mainan
Dua anak lelaki nakal
Bersenda gurau dalam selokan
..................................................
(Empat kumpulan sajak, 1961)
Mengapa puisi tersebut diatas termasuk kedalam aliran romantisme karena aliran romantisme yang lebih mementingkan perasaan didalam karyanya. Seperti pada kalimat “anak-anak peri dunia gaib”, “dan angin mendesah”, “kala angin menangis”, “engkau adalah putri duyung”, “mendesahkan bagiku!”, “angin mendesah, selalu mendesah”. Beberapa bukti tersebut menunjukkan bahwa puisi “Surat Cinta” tersebut berada pada aliran romantisme. Karena berlebihan pada pengungkapan rasanya.
Puisi lain yang beraliran romantisme yakni puisi,
Pada Kamu
oleh: Andri Rusly

Aku melihat suara lewat matamu
Saat bibirmu tertutup rapat
Tapi jelas membuatku makin
menatapmu bersama degup jantungku
yang tak pernah menentu…

Apa pernah kamu mendengar cinta
yang tak bersuara meneriakkan
manisnya kesedihan ?
itulah aku yang ada di kamu
pada sebilah cinta
yang tlah menggores hati
sedalam dalamnya …

Aku melihat suara lewat senyummu
saat matamu terjemahkan rindu
hmm…aku kian terpesona pada indahnya
kamu..
pada cantiknya
kamu

Aku melihat suara setiap saat
lewat segalamu
tentang kamu

 

APRESIASI PUISI 2

Nikmat senja dikala pagi
Oleh: Nur Azisah

Menikmati nikmat tuhan
Dikala orang-orang masih sibuk bercengkrama bersama tidur mereka
Keindahan yang hanya tampak ketika matahari masih setengah
Mempesona membuat mulut menganga

Andaikan aku diberi waktu yang banyak menikmatinya
Nikmat tuhan yang begitu indah
 Andaikan aku dapat meminta
Aku tidak ingin menari bersama orang-orang lagi
Menarikan tarian penyambutan setan

Celetukan dari panasnya api neraka
Terpatri jelas di dunia nyata
Andai kau dapat melihatnya
Pasti kau akan memilih untuk diam, dan
Menikmati senja dikala pagi tiba

Tirai pelangi cintaku
Oleh: Nur Azisah

Seputih air susu dipagi hari
Sebiru langit diwaktu siang
Semerah bunga mawar yang baru mekar dipot bunga kamarku
Seindah itulah cintaku padamu

Hai kau pujangga hatiku
Pangeran didalam mimpiku
Berjuta kali kuucapkan
Aku mencintaimu

Senyummu membawa angin-angin cinta didalam sukmaku
Suaramu yang membuatku terbawa dalam imajinasi terindah didalam hidupku
Tatapanmu yang begitu teduh dan lembut
Meyakinkanku bahwa engkaulah tirai pelangi cintaku